Sejak kecil, ada 1 kebiasaan yang ternyata membantu banyak hal dalam hidup saya setelah dewasa. Apa itu?

Saya terbiasa “membayangkan gimana rasanya kalo jadi orang lain”.

Kalo dulu, sering nutup mata dan membayangkan jadi artis mandarin terkenal. Gimana rasanya ganteng, terkenal, punya banyak uang, dll. 😅 Beberapa menit mengkhayal itu, saya emang gambarin detail banget, pake imajinasi, gimana rasanya hidup orang itu.

Setelah dewasa, kebiasaan ini terbawa ke kehidupan pertemanan. Terutama ke pekerjaan.

Sebagai programmer yang ngasih solusi dan bikin hidup client lebih baik, saya sering membayangkan jadi pengguna software yang saya bangun dan apa perasaan mereka saat memakai aplikasi itu.

Kira-kira dia bingung gak ya
Anggaplah dia gak paham soal ini, nah, di bagian ini, dia bisa input gak?
Kalo dia cuma ngerti bahasa Indonesia, istilah ini dia paham gak?
Ku rasa tombol ini harus dinonaktifkan sebelum isian lengkap, biar user gak bingung.
dll dsbnya…

It helps me build better software simply by imagining myself being the users themselves.


Di kehidupan sosial, ketika ada gosip datang, saya biasanya gak nge-judge dulu.

Terbiasa membayangkan kira-kira apa alasan orang melakukan hal itu.

Kalo aku jadi dia, mungkin gak aku akan memilih jalan yang sama?

Kalo aku jadi dia, apa saja yang mungkin terjadi, yang orang lain gak tau, yang akhirnya bikin dia jadi ambil keputusan itu.

Kalo aku jadi dia, kalo aku jadi dia dan kalo aku jadi dia lainnya…


Mengkhayal jadi orang lain ternyata meletakkan diri kita di sepatu mereka dan membuat kita mampu melihat dari perspektif lain. Tidak akan pernah akurat, tapi minimal, kita bisa membuat solusi yang lebih baik. Kita bisa memaklumi orang lain secara lebih manusiawi.

Menurut mu gimana?