Malam biasanya saya gunakan untuk santai dan ga mau ngomongin kerjaan. Jadi sangat jarang ngatur meeting malam hari. Tapi hari ini berbeda, ada undangan business dinner dari salah satu tokoh di kota saya. Berdua bersama temen saya, akhirnya kita hadir memenuhi undangan tersebut.

Ga ada pikiran apapun ketika diundang ke business dinner ini karena memang beberapa hari sebelumnya, saya dan temen diundang meeting oleh si Bapak untuk membicarakan rencana pembuatan website. So, i thought this is just a follow up business dinner to that.

Sampai di restoran dan masuk ke ruangan, saya melihat sebuah meja kecil, projector menyala, dan sebuah laptop dengan logo yang tertutup sticker bertuliskan “Seq*** Life”. Brand asuransi yang saya pernah baca dan seketika, i felt cheated.

Business dinner jadi penawaran asuransi? Perfect. *jengkel to the max*

Yes, i have expectations and when you tell me one thing but in reality it turns out to be totally another thing, that’s cheating.
For those who mislead me, i have no mercy. hahaha.

What I did? Saya langsung ngasi tau temen untuk keluar ruangan dan pulang. Turned out, temen saya segan dan masih ingin disana. “Okeee… let’s sit down and listen, it is not that hard, right?”, pikir saya mencoba menenangkan diri.
Dinner mulai di served dan pembicaraan di meja banyakan ledek-ledekan sesama tamu yg hadir. Keliatan banget, they did not wanna be there and felt cheated too.

“abis makan sudah bole pulang ya?”, celetuk salah satu engko2 di depan saya.
“hati2 jangan makan banyak2, ntar ga bole pulang kalo ga beli asuransi”, becanda yang lain.
Tapi becandaan itu terlihat nyata. I can see it in their eyes. *uhuk

Half way through dinner, i couldnt take it anymore. Took out my phone, i walked out the room and called my bro to come fetch me. While waiting for my ride, i SMSed my friend to let him know i’m out. For whatever reasons, he was there until the end.

Agen Asuransi, MLM dan orang-orang dari agama tertentu, suka banget melakukan ini. I am not sure how they justify this, but for me, ini sama dengan membohongi dan menjebak sih.
Saya lebih senang jika dari awal sudah diinformasikan dengan baik, kalo tertarik, i will come.
Kalau sudah dijebak begini, ada 2 hal yang pasti terjadi: 1) saya gak akan segan meninggalkan ruangan, 2) there’s very little respect for you left in me, dont even bother finding it.

Pernah berada di posisi seperti saya? Atau bahkan anda adalah “pelaku”-nya?
Silahkan tinggalkan komentar dibawah and share your story. I am interested.

Facebooktwitterlinkedin